Kolaka, Sultranote.id – Kecelakaan kerja terjadi di area pembangunan Jetty milik PT Indonesia Pomala’a Industry Part (PT IPIP) yang berlokasi di Desa Oko-Oko, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra) terjadi pada Minggu (13/4/2025) lalu.
Diketahui, peristiwa ini mengakibatkan satu korban jiwa setelah bak dump truck jatuh saat proses pemuatan batu.
Peristiwa tragis ini bermula saat sebuah dump truck 12 roda dengan nomor lambung 203 yang dikemudikan oleh Ardi Yanto memuat batu dan tiba di lokasi Jetty.
Saat proses pemuatan berlangsung, bak belakang truk tiba-tiba jatuh ke arah kanan dan menimpa bagian depan sisi kiri dump truck 10 roda yang berada di sebelahnya.
Naas, seorang helper bernama Andi yang berada di lokasi tertimpa dan tewas di tempat.
Menyikapi insiden tersebut, Koordinator Rakyat Nusantara, Umar, menyampaikan bahwa kecelakaan ini tidak bisa dibiarkan begitu saja.
Ia mendesak pihak Polres Kolaka dan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Kolaka untuk segera turun tangan dan melakukan penyelidikan menyeluruh atas insiden ini.
“Harus diungkap apakah kecelakaan ini murni karena kelalaian atau ada faktor lainnya. Jangan sampai nyawa buruh melayang sia-sia,” ucapnya pada Kamis (17/4/2025).
Tak hanya itu, dirinya juga menyoroti dugaan bahwa material batuan yang digunakan dalam proyek Jetty PT IPIP diambil dari lokasi bekas Izin Usaha Pertambangan (IUP) milik PT Tambang Rezeki Kolaka yang saat ini sudah tidak aktif.
Ia menduga aktivitas pengambilan batuan tersebut tidak memiliki izin resmi dan tergolong dalam praktik tambang ilegal Galian C.
“Saat kami turun langsung ke lokasi pengambilan batu, kami tidak menemukan adanya plang IUP aktif. Ini jelas indikasi pelanggaran,” tambahnya.
Dirinya mengungkapkan bahwa pihaknya pernah menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolres Kolaka terkait dugaan penambangan ilegal ini.
Namun hingga kini, ia menyayangkan belum ada respon ataupun proses penyelidikan dari pihak kepolisian.
“Kami mendesak Polres Kolaka untuk serius dalam menangani dugaan penambangan ilegal ini. Jika tidak ada tindakan, kami akan kembali turun aksi dalam waktu dekat,” Pungkasnya.
Laporan: Tim




















