Kendari, Sultranote.id – Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STIMIK) Bina Bangsa Kendari memberikan klarifikasi resmi terkait isu yang beredar mengenai dugaan ketidaktersediaan data sejumlah mahasiswa pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI).
Pihak yayasan dan pimpinan akademik kampus menyampaikan tanggapan komprehensif untuk meluruskan informasi dan menjamin transparansi kepada publik.
Ketua Prodi Sistem Komputer STIMIK Bina Bangsa Kendari, La Ode Bakrim mengatakan bahwa adanya keresahan di kalangan alumni dan mahasiswa terkait status data akademik di PDDIKTI.
Ia menjelaskan bahwa kendala teknis dan administratif di masa lalu, terutama dalam proses input dan sinkronisasi data, menjadi penyebab utama permasalahan ini.
“Kami akui adanya sanksi administratif di masa lalu, namun semua telah diselesaikan. Saat ini, kami aktif berkoordinasi dengan LLDIKTI untuk menelusuri dan memperbaiki data mahasiswa yang belum tersinkronisasi,” katanya kepada media ini, Kamis (8/5/2025).
Ia menjelaskan bahwa penyelesaian masalah ini membutuhkan waktu dan proses, serta menepis anggapan bahwa kampus tidak terdaftar secara legal.
“Kegiatan akademik tetap berjalan normal, dan kampus terus berkembang,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua STIMIK Bina Bangsa Kendari, Faizal Aris menjelaskan bahwa sebagian data mahasiswa yang belum terdaftar di PDDIKTI berasal dari angkatan lama, di mana sistem input data belum terstruktur dan real-time.
“Kami telah membentuk tim khusus untuk audit internal, mengumpulkan dokumen akademik, dan menyusun kembali data valid untuk segera diajukan ke PDDIKTI,” jelasnya.
Dirinya juga menyebut bahwa memastikan bahwa seluruh mahasiswa yang telah memenuhi kewajiban akan mendapatkan hak akademik mereka.
“Kami mengimbau mahasiswa untuk tidak terpengaruh isu yang berkembang dan tetap fokus pada kegiatan akademik,” jelasnya.
STIMIK Bina Bangsa Kendari telah menyiapkan serangkaian tindakan, termasuk pengumpulan ulang data akademik, koordinasi intensif dengan LLDIKTI Wilayah IX, pembukaan layanan konsultasi akademik individual, dan pemberlakuan kebijakan keringanan denda administratif.
Sementara itu, Alumni STIMIK Bina Bangsa, Aldi Lamoito mengatakan bahwa sebagai alumni, dirinya menyebut bahwa tidak ada kendala berarti bagi alumni STIMIK Bina Bangsa Kendari.
“Kampus kami terakreditasi ‘B’ dan memiliki kualitas pendidikan yang baik. Banyak alumni kami telah sukses bekerja,” ujarnya.
Ditempat yang sama, Mahasiswa aktif, Fikram Palengano, menambahkan bahwa kegiatan kampus berjalan normal dan mahasiswa fokus pada pembelajaran. Ia juga menyoroti kegiatan positif mahasiswa dalam melakukan sosialisasi literasi digital dan teknologi informasi ke sekolah-sekolah di Sulawesi Tenggara.
“Ini adalah wujud komitmen kampus dalam memberdayakan masyarakat,” Pungkasnya.
Laporan: Tim




















