Ngeri, Warga Meluhu Temukan Ular Welang Empat Meter

Ngeri, Warga Meluhu Temukan Ular Welang Empat Meter
Dodi saat Menemukan Ular Welang di Desa Lamelay, Kecamatan Meluhu, Konawe, dengan Panjang Hampir 4 Meter (Foto:ist)

KONAWE – Seorang warga bernama Dodi (19) baru-baru ini menemukan ular welang (Bungarus fasciatus) di semak-semak rumah warga tepatnya di Desa Lamelay, Kecamatan Meluhu, Kabupaten Konawe, pada Rabu (29/12/21) malam.

Ular yang diperkirakan mencapai empat meter  ditemukan Dodi saat ular itu berjalan menuju semak-semak melewati jalanan beraspal di Desa Lamelay.

“Saya menangkap pakai kayu disemak-semak, sebab ular itu jarang berada di daerah ini,” bebernya kepada sultranote.id.

Kata Dodi, dirinya tak mau menyimpan lebih lama ular welang yang bercorak hitam kuning itu dan dirinya lebih baik memilih untuk melepas kembali ular itu ke hutan.

“Saya sudah lepas karena kalau kita simpan pasti kita tidak akan rawat dan berbahaya apa lagi ular itu mematikan (berbisa),” jelasnya.

Menurut Dosen pengampu matakuliah Herpertologi dari Laboratorium Sistematika Hewan Fakultas Biologi UGM, Donan Satria Yudha, yang dikutip dari kumparan.com ular welang memiliki wilayah persebaran yang cukup luas.

Ular welang bisa ditemukan di negara-negara Asia Tenggara dan negara Asia lain seperti India, China, Thailand, dan sebagainya. Di Indonesia, ular welang biasa ditemukan di Sumatera, Jawa, hingga Bali.

Daerah pinggiran kali, semak, dan tegalan sawah merupakan habitat kesukaannya, mereka biasa bersarang di lubang-lubang bawah tanah dan di celah-celah batu.

Dia paling sering memangsa tikus, bahkan menjadikan sarang tikus yang dia mangsa sebagai sarangnya.

Ular welang memiliki bentuk dan motif yang sangat mirip dengan weling (Bungarus candidus), bedanya jika weling sepanjang perutnya berwarna putih, ular welang memiliki motif garis hitam yang melingkar dari punggung sampai perut. Tidak seperti weling yang memiliki motif garis hitam putih pada punggungnya saja.

Jika bertemu dengan ular welang ini, Donan menyarankan supaya jangan panik, selama tidak mengganggu usahakan juga jangan dibunuh.

Karena memiliki sifat pendiam, singkirkan saja ular ini dengan sapu atau kayu yang cukup panjang lalu memasukkannya ke dalam serok atau karung.

“Terus kita buang ke tengah hutan atau ke tempat yang jauh, dia cenderung diam tidak agresif seperti kobra,” ujarnya.