Kendari – Musyawarah Daerah (Musda) Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Ke-VII yang dipimpin oleh Irfan Karim diduga berlangsung secara ilegal.
Diketahui, Musda Badko Hmi Sultra tersebut berlangsung di Aula Wisma Lafran Pane pada Minggu (5/1/2025) lalu.
Ketua Umum HMI Cabang Kendari, Sapril basmin, menyatakan bahwa pihaknya tidak terlibat dalam proses pelaksanaan Musda Badko yang diadakan oleh Irfan Karim, Ia juga menegaskan bahwa HMI Cabang Kendari tidak pernah memberikan utusan atau delegasi untuk mengikuti forum tersebut.
“Proses pelaksanaan Musda Badko yang dilakukan oleh Irfan Karim selaku Ketua Badko pada hari Minggu kemarin, kami tidak terlibat di dalamnya dan kami tidak pernah memberikan utusan atau delegasi untuk ikut serta dalam forum tersebut,” ujarnya disalah satu warkop di kota kendari, pada Selasa (7/1/2025).
Lebih lanjut, dirinya juga menyoroti beberapa hal yang menurutnya harus ada dalam proses Musda secara konstitusional.
“Kami masih melihat bahwa ada beberapa hal yang mesti ada dalam proses pelaksanaan Musda tersebut,” jelasnya.
Sebelumnya, ia juga meragukan kekuatan legalitas kepemimpinan Irfan Karim selaku Ketua Badko Sultra.
“Kami masih meragukan kekuatan legalitas kepemimpinan atau kepengurusan Irfan Karim ini selaku Ketua Badko,” tegasnya.
Dirinya menambahkan bahwa pada saat Kongres HMI di Pontianak, irfan karim tidak masuk dalam forum untuk mengikuti kongres
“Kenyataannya, pada saat proses kongres di Pontianak, mereka tidak masuk dalam forum atau arena kongres sebagai peserta utusan,” ucapnya.
Ia juga mempertanyakan legalitas baik kepengurusan Irfan Karim maupun pelaksanaan forum Musda.
“Kami masih mempertanyakan soal legalitas kepengurusan Irfan Karim selaku Ketua Badko maupun pelaksanaan forum Musda yang diselenggarakan oleh Irfan Karim,” katanya.
Selain itu, dirinya telah memverifikasi informasi yang beredar terkait flayer ucapan selamat yang mencatut nama HMI Cabang Kendari.
“Kami telah mengecek dan tidak ada satu pun pengurus yang mengaku membuat ucapan selamat tersebut. Kami sangat yakin bahwa ada oknum yang tidak bertanggung jawab yang sengaja memasukkan dan mengatasnamakan HMI Cabang Kendari,” bebernya.
Di tempat yang sama, Ketua HMI Cabang Konawe, Novrianto, juga menegaskan bahwa pihaknya tidak terlibat dalam Musda Badko tersebut.
“Saya sampaikan bahwa HMI Cabang Konawe tidak terlibat dalam Musda Badko,” Ungkapnya.
Dirinya juga mengungkapkan bahwa HMI Cabang Konawe masih meragukan legalitas yang dilakukan oleh Irfan Karim.
“Kami masih melihat legalitas yang jelas terkait Musda Irfan Karim yang sangat tidak jelas. Kami sudah beberapa kali menunggu namun tidak dapat masuk dalam forum,” Ujarnya.
Sebagai penutup, Sapril basmin menambahkan bahwa seharusnya cabang-cabang HMI di Sultra, seperti Konawe, Kendari, Kolaka, Kolaka Utara, Raha, Bau-Bau, dan seluruh cabang persiapan lainnya, terlibat dalam forum Musda. Namun, setelah diperiksa, ternyata hanya satu cabang yang hadir dalam forum tersebut.
“Semestinya, cabang-cabang seperti Konawe, Kendari, Kolaka, Kolaka Utara, Raha, Bau-Bau, dan seluruh cabang persiapan lainnya yang ada di Sultra hadir dan terlibat dalam forum Musda. Tapi, setelah kami cek dari berbagai sumber informasi, besar dugaan hanya satu cabang yang mengikuti forum Musda itu,” pungkasnya.
Laporan: Tim




















