Jakarta, Sultranote.id – Forum Mahasiswa Anti Korupsi kembali menggelar aksi demonstrasi jilid dua di depan Kantor Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI ) dan Kejaksaan Agung (Kejagung RI). pada Kamis (26/6/2025).
Diketahui, Aksi ini merupakan bentuk desakan kepada Kejagung RI, KPU RI, dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI guna menuntaskan kasus dugaan korupsi dan penyalahgunaan wewenang yang diduga melibatkan Ketua KPU Kabupaten Konawe.
Puluhan mahasiswa asal Konawe yang tergabung dalam forum tersebut turun ke jalan menuntut kejelasan atas penanganan dugaan korupsi pembangunan pagar Kantor KPU Konawe sebesar Rp 650 juta, serta dugaan penyalahgunaan wewenang dalam pengelolaan bunga bank dana Pilkada Konawe.
Dalam orasinya, Asvin selaku penanggung jawab aksi menuding adanya pembiaran dan pembekingan oleh KPU Provinsi Sulawesi Tenggara terhadap Ketua KPU Konawe yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.
“KPU Provinsi Sultra tidak menunjukkan sikap pengawasan terhadap KPUD Konawe. Padahal kasus ini sudah menjadi asumsi publik dan menimbulkan kerugian negara hingga Rp 650 juta,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia juga mendesak Kejaksaan Agung RI agar segera memanggil dan memeriksa Kepala Kejaksaan Negeri Konawe dan Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Konawe.
Ia menduga ada oknum kejaksaan yang “masuk angin” sehingga menghambat penanganan perkara tersebut.
“Kami meminta Kejagung RI mengatensi kasus ini dan memastikan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya,” ujarnya.
Selain itu, Forum Mahasiswa Anti Korupsi berencana melaporkan Ketua KPU Konawe, ke DKPP RI atas dugaan penyalahgunaan wewenang terkait pengelolaan bunga bank dana Pilkada tanpa melalui sekretariat KPU Konawe.
Dirinya menegaskan bahwa aksi demonstrasi tidak akan berhenti sampai keadilan ditegakkan.
“Kami berharap Kejagung, KPU RI, dan DKPP RI merespons tuntutan kami dan mengambil tindakan tegas demi transparansi dan akuntabilitas lembaga penyelenggara pemilu,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa pihaknya akan menggelar aksi lanjutan jilid 3 dengan jumlah massa yang lebih besar serta aksi yang lebih masif dan atraktif jika tuntutan mereka tidak segera ditindaklanjuti.
“Kami akan kembali turun ke jalan dalam aksi ‘Jilid ke 3 nanti, dengan massa yang lebih besar dan aksi yang lebih masif serta atraktif,” Pungkasnya.
Hingga berita ini ditayangkan, tim redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak terkait.
Laporan: Tim




















