Korpus BEM Sultra Desak KPU Konawe Beri Klarifikasi Soal Kasus Dugaan Korupsi

Kendari, Sultranote.id – Koordinator Pusat (Korpus) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Sulawesi Tenggara (Sultra) mengecam sikap Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Konawe yang dinilai kurang transparan terkait dugaan kasus korupsi dalam pembangunan pagar KPU Konawe senilai Rp650 juta.

Koordinator Korpus BEM Sultra, Ashabul Akram, menyayangkan sikap Komisioner KPU Konawe yang belum memberikan pernyataan resmi dan konkret terkait dugaan korupsi ini.

“Kami menyayangkan sikap Komisioner KPU yang tidak memberikan pernyataan resmi dan kongkrit mengenai dugaan korupsi ini,” ujar Ashabul.

Menurutnya, kasus ini sangat merusak marwah dan kredibilitas lembaga KPU Konawe di mata masyarakat.

“Hal ini membuat marwah lembaga KPU Konawe menjadi rusak,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa Komisioner KPU Konawe seharusnya segera memberikan klarifikasi yang jelas agar masyarakat tidak semakin kecewa terhadap lembaga tersebut.

“Seharusnya KPU Konawe segera memberikan pernyataan kongkrit agar masyarakat tidak kecewa terhadap lembaga KPU Konawe,” tambahnya.

Dirinya juga mengungkapkan, kedua komisioner sebelumnya memberikan keterangan bahwa mereka tidak mengetahui sisi perencanaan proyek pembangunan pagar tersebut.

“Hal tersebut sebelumnya, dua komisioner telah memberikan keterangan bahwa mereka tidak tahu apalagi dari sisi perencanaannya,” jelasnya.

Ia menduga bahwa Ketua KPU Konawe mengambil keputusan sendiri tanpa melalui mekanisme yang berlaku dalam pengerjaan proyek tersebut.

“Berarti ada indikasi atau dugaan bahwa ketua KPU mengambil keputusan sendiri tanpa melalui mekanisme dalam pengerjaan proyek pagar,” tegasnya.

Sebagai penutup, ia meminta Kejaksaan Negeri Konawe untuk bersikap transparan dan profesional dalam mengusut tuntas kasus tersebut.

Selain itu, ia mendesak KPU Provinsi Sulawesi Tenggara untuk menjalankan fungsi pengawasan terhadap KPU Konawe, khususnya terhadap Ketua KPU Konawe, yang dinilai telah mencoreng citra lembaga.

“Kami mendesak Kejaksaan Negeri Konawe untuk transparan dalam menangani kasus pagar yang menyeret Ketua KPU Konawe, dan meminta kepada pihak KPU Sultra untuk menjalankan fungsi pengawasannya terhadap KPU Konawe, khususnya terhadap ketua KPU Konawe yang telah menurunkan citra dan wibawa lembaga,” pungkasnya.

Sampai berita ini ditayangkan, pihak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak terkait.

Laporan: Tim