Kendari – Presiden Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Kendari (IAIN KENDARI), Sekaligus Koordinator BEM Se-Sulawesi Tengara ( Sultra) Ashabul Akram, dikeroyok beberapa orang tidak dikenal (OTK) di area Warkop Trotoar, Samping Hotel Zenith Kendari, pukul 00:30 wita. Selasa (12/3/2024) malam hari
Ashabul akram menceritakan, penyerangan bermula saat pihaknya sedang berdiskusi dengan empat orang seniornya, tiba-tiba terjadi aksi kejar-kejaran oleh OTK, hingga dua orang yang sedang dikejar tersebut masuk ke dalam warkop bersama motornya untuk mencari perlindungan.
“Awalnya saya bersama empat orang senior saya, lagi ngopi sambil diskusi, tiba-tiba ada dua orang anak masuk kedalam warkop bersama motornya, karena dua orang tersebut dikejar OTK menggunakan 3 motor, saya tidak tau kenapa dua orang anak ini bisa di kejar dan berlindung di warkop”. Ucap ashabul

Menjelang beberapa menit, datanglah sekumpulan pemuda yang mengejar dua anak itu datang kembali ke warkop menggunakan motor dan membawa senjata tajam, karena pihaknya sedang di luar untuk cek situasi, sekumpulan pemuda tersebut mengira Ashabul akram kawan dari dua pemuda yang sedang mereka kejar.
“Menjelang beberapa menit, datang beberapa orang mengunakan motor membawa parang dan pentungan, saya coba keluar lihat setuasi, mereka kira saya berteman dengan dua orang anak yang di kejar tadi, Mereka bawa semacam pentungannya polisi, bahkan ada yang bawa parang, karena saya di luar, saya hampir ditabrak” ungkapnya
“Setelah itu mereka turun dari motor. Tiga orang yang berhadap dengan saya, satu orang yang memukul, saya kena tendangan dan ditinju bahuku, sebenanrya muka saya yang mereka incar tapi tidak kena karena saya menghindar, akhirnya bahu saya yang terkena.” tambahnya
Setelah kejadian pemukulan tersebut pihaknya langsung melakukan visum ke rumah sakit bhayangkara terus ke polsek mandonga untuk melaporkan kejadian.
“Habis kejadian langsung pergi visum di Rumah Sakit Bhayangkara baru ke Polsek Mandonga,” tuturnya
Semntara itu, Kepala Polisi Sektor Mandonga, Kompol Nurdin menyampaikan pihaknya telah menerima laporan dan sedang proses pengungkapan pelaku.




















