Kendari – Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-XVII yang berlangsung di Hotel Claro Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara.
Diketahui, Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Ketua Umum (Ketum) Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI, Akbar Himawan Buchari ini mengangkat tema “Era Baru HIPMI Mewujudkan Akselerasi Asta Cita Pembangunan Ekonomi Sultra”.
Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI, Akbar Himawan Buchari, menyampaikan bahwa BPP HIPMI hadir untuk menyelesaikan agenda wajib organisasi, yaitu Musda ke-12 BPD HIPMI Sultra, yang mencakup berbagai pembahasan, termasuk pemilihan pengurus baru DPD HIPMI Sultra serta program-program yang akan dijalankan ke depan.
“Kami dari DPP HIPMI hadir dalam rangka menyelesaikan agenda wajib organisasi Musda. Hari ini banyak hal yang dibahas dalam sidang pleno, termasuk pemilihan ketua dan pembahasan program yang akan dilaksanakan ke depan. Ini merupakan kegiatan wajib yang harus dilaksanakan DPD HIPMI Sultra,” ujar Akbar pada Kamis (12/12/2024).
Dirinya juga mengungkapkan harapannya terkait proses regenerasi yang solid dan berjenjang dalam organisasi HIPMI, Dia menekankan pentingnya pengurus baru yang mampu menjawab tantangan yang ada, khususnya terkait dengan bonus demografi.
“Harapan kami dari BPP HIPMI adalah adanya proses regenerasi yang solid dan berjenjang, yang sudah melalui tahapan-tahapan yang ada di HIPMI. Ketua umum yang baru juga harus mampu menjawab tantangan yang ada, terutama bagaimana memanfaatkan bonus demografi. Usia produktif anak muda kita harus mampu mengisi ruang-ruang tersebut,” jelas Akbar.
Selain itu, dirinya juga menambahkan pentingnya memanfaatkan ruang-ruang ekonomi untuk memajukan pengusaha muda, terutama dalam hal bagaimana menjadi pengusaha yang kompetitif di pasar nasional maupun global.
“Terutama ruang-ruang ekonomis, bagaimana kita bisa menjadi pengusaha yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. Ini akan menjadi tantangan besar bagi HIPMI di bawah kepemimpinan ketua umum yang baru,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, dirinya juga menyampaikan beberapa program prioritas pemerintah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi, salah satunya adalah pengembangan sektor energi dan hilirisasi industri, khususnya nikel di Sultra, meskipun Sultra memiliki cadangan nikel terbesar, hingga kini masih banyak nikel yang diekspor dalam bentuk barang setengah jadi.
“Tadi kami sampaikan ada beberapa program prioritas pemerintah, salah satunya soal pengembangan energi dan hilirisasi. Di Sultra, kita memiliki cadangan nikel terbesar, namun saat ini masih banyak yang diekspor dalam bentuk barang setengah jadi, seperti ferro nikel,” ujarnya.
Dirinya berharap dengan kemajuan teknologi yang pesat dan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni, Sultra tidak hanya menjual nikel dalam bentuk setengah jadi, tetapi juga mengolahnya menjadi produk bernilai tambah tinggi, seperti baterai dan mobil listrik.
“Kami berharap dengan kemajuan teknologi dan SDM yang ada, jangan hanya berhenti di ferro nikel. Kita harus dapat mengolah nikel menjadi produk baterai, bahkan mobil listrik. Dengan hilirisasi, nilai tambahnya bisa sangat besar, mungkin ratusan kali lipat dari nilai tambah ferro nikel,” ungkapnya.
Sebagai penutup, dirinya juga berharap bahwa HIPMI sebagai organisasi pengusaha mampu menjawab tantangan yang ada dengan memanfaatkan semua teknologi dan sumber daya yang ada untuk kemajuan ekonomi.
“Harapan kami adalah dengan semua teknologi dan sumber daya yang ada, HIPMI sebagai organisasi pengusaha mampu menjawab tantangan yang ada dan berkontribusi dalam pembangunan ekonomi di Sulawesi Tenggara,” pungkasnya.
Laporan: TIM




















