2 Distributor dan 1 Toko Retail di Kendari Akui Kekosongan Minyak Goreng

2 Distributor dan 1 Toko Retail di Kendari Akui Kekosongan Minyak Goreng
Indogrosir (atas), Gudang Indomarco (bawah kiri), Marina Swalayan (bawah kanan). (Foto:Al Pagala)

Kekosongan minyak goreng di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menjadi ancaman baru bagi masyarakat Kota Kendari. Karenanya, minyak goreng merupakan bahan utama untuk memasak makanan.

Memastikan pendistribusian tersebut, DPRD Kota Kendari melakukan inpeksi mendadak (sidak) yang dipimpin oleh ketua DPRD H. Subhan, S.T.

Sasarannya, yaitu kepada tiga distributor dan satu toko retail di Kota Kendari. Pada Rabu (02/02) pagi.

Pertama di Gudang Indogrosir.

Saat melakukan sidak sekitar pukul 10.30 Wita, Ketua DPRD Kota Kendari bertemu langsung dengan kepala toko Indogrosir Ajis.

Subhan mempertanyakan langsung kekosongan minyak goreng, sampe-sampe mengecek langsung ke gudang. Alhasil, minyak goreng tak satupun dilihat tersusun digudang seperti biasanya.

Kata Ajis, seminggu yang lalu dari distributor masih melakukan pengiriman. Akan tetapi dibatasi seperti pada umumnya.

“Dua container dikirim dengan isi 1.500 dos yang isi perdosnya sebanyak 12 liter” ucapnya.

Ajis mengaku, jika minyak goreng dikirim tidak sesuai jadwal. Maksudnya, tidak ditahu kalau kapan minyak goreng itu bakal dikirim lagi.

“Kita nggak tahu, kecuali surat jalannya kita lihat baru ada minyak disitu baru kita tahu,” akunya.

Kedua di Gudang Indomarco.

Pada pukul 11.30 Wita, Ketua DPRD Kota Kendari menyidak juga ke gudang Indomarco. Arnold selaku kepala gudang Indomarco yang ditemui langsung oleh rombongan sidak mengaku sejak beberapa bulan terakhir ini pasokan minyak goreng sama sekali belum pernah masuk ke gudangnya.

“Sudah beberapa bulan ini kita kekosongan, kami juga kurang tahu,” heran Arnold.

Ketiga di toko retail Marina Mart.

Sekira pukul 12.15 Wita, Subhan mencoba menyidak disalah satu toko retail yang berada di Jalan Bunggasi, Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia.

Herannya, saat memasuki toko tersebut para rombongan sidak diherankan dengan sebuah tulisan yang berada di dekat kasir yang berbunyi “Mekanisme pembelian minyak goreng minimum belanja Rp. 50 ribu berhak membeli 1 pcs minyak goreng, tidak berlaku kelipatan”

Saat itu juga koordinator lapangan toko retail Marina Swalayan bernama Sri disuruh untuk mencabut tulisan yang tertempel di dinding itu.

Sri menyebut tujuan dibikinya aturan itu tak lain hanya untuk membatasi warga. Pasalnya, dengan kelangkaan ini warga biasa membeli banyak dan kemungkinan mereka jual lagi.

“Biasa ada yang beli diatas lima, jadi kita tidak tahu apakah dia pakai sendiri atau dia jual,” jelasnya.

Keempat di UD. HS.

Saat melakukan sidak di tempat distributor ini, mala tidak ditemukan kekurangannya pasokan minyak goreng. Saat disidak ditemukan pasokan minyak goreng yang baru saja datang pada pagi hari dengan jumlah dua ribu liter.

“Subsidi pemerintah, sudah didistribusikan ke rumah makan maupun hotel, tetapi ini juga dibatas satu jergen hingga dua jergen,” kata Hendrik selaku pemilik UD. HS.

Menyikapi hal itu, Ketua DPRD Kota Kendari, H. Subhan, S.T. mengatakan jika agenda itu ialah agenda secara nasional.

Ditemukannya yaitu kebanyakan terkendala dipengiriman. Jadi Subhan berniat mengecek langsung untuk membandingkan, karena kenapa dipasaran kekurangan pasokan minyak jadi ternyata betul-betul di gudang distributor juga mengalami kekosongan.

“Sekaligus juga memastikan harga-harga yang ada ditoko,” jelasnya.

Meski demikian, kata Subhan, dirinya berharap dengan kelangkaan minyak goreng itu semoga kedepan dapat bisa teratasi dan normal kembali apalagi mendekati bulan puasa.

“Informasi juga dari provinsi sudah 6 ribu liter yang masuk di Kota Kendari, maka dari itu kita harus kuasai sehingga bisa langsung didistribusi dari masyarakat sesuai dengan harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah,” tutupnya.