Kendari, Sultranote.id – Produk perawatan kulit merek Saraskin Cosmetic tengah menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial TikTok, Selasa (01/07/2025).
Dalam sebuah video yang diunggah oleh akun @dokter_ika, Saraskin disebut sebagai salah satu dari sejumlah produk kosmetik yang diduga mengandung bahan berbahaya, termasuk merkuri.
Video berdurasi 1 menit 39 detik itu menampilkan daftar produk kosmetik yang diduga mengandung zat berbahaya dan/atau dilarang, berdasarkan hasil intensifikasi pengawasan pada Triwulan I tahun 2025.
“Breaking news, wow guys, ini dia daftar krim-krim berbahaya dan beberapa kosmetik. Kalian lihat di sini ya, saya mau soroti,” ujar narator dalam video tersebut.
Beberapa merek yang disebut dalam daftar antara lain Bogota, Maxie, dan Saraskin Cosmetic F & A Glow, serta produk lain seperti Helena Lizer, Mantulita, Fly Glow, dan FF Virvin Glowing.
Semua disebut-sebut mengandung merkuri.
Saraskin Cosmetic diketahui diproduksi oleh PT Amanah Kosmetik Indonesia dengan nomor izin edar krim siang NA18240110593 dan krim malam NA18240110595.
Produk ini disebut telah beredar luas di Kota Kendari dan sejumlah wilayah lain di Provinsi Sulawesi Tenggara.
Dalam video tersebut juga ditampilkan informasi mengenai merkuri sebagai bahan yang dilarang oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Merkuri (air raksa) adalah logam berat yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia maupun lingkungan.
Paparan merkuri dapat menyebabkan kerusakan ginjal, gangguan sistem saraf, hingga potensi cacat lahir pada janin dan bayi.
Saat dikonfirmasi oleh tim Sultranote.id, pemilik Saraskin menyatakan bahwa produk tersebut sudah tidak lagi diproduksi.
“Iya, sudah dicabut izinnya dan sudah tidak produksi lagi,” ujarnya melalui pesan WhatsApp.
Namun ketika ditanya lebih lanjut mengenai waktu pencabutan izin dan pihak yang mencabut, pemilik Saraskin justru balik bertanya
“Kenapa? Ada yang bisa saya bantu?,”Jawabnya.
Setelah dijelaskan bahwa pertanyaan tersebut diajukan untuk kepentingan keberimbangan pemberitaan, pemilik Saraskin tak memberikan respons lebih lanjut dan hanya terlihat membaca pesan yang dikirimkan tim media.
Laporan: Tim




















