Caketum Badko HMI Sultra Sarlan Lario Secara Resmi Mengembalikan Formulir Pendaftaran

Kendari – Calon Ketua Umum (Caketum) Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sulawesi Tenggara (Sultra), Sarlan Lario, secara resmi mengembalikan formulir pendaftaran calon ketua umum di Wisma Lafran Pane, Kota Kendari, pada Jumat (20/12/2024) Malam.

Diketahui, Sebelumnya Sarlan lario mengambil formulir pendaftaran pada Minggu, 15 Desember 2024, di lokasi yang sama, Wisma Lafran Pane, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Dengan mengusung tagline “HMI Bertumbuh”, Sarlan berharap agar HMI dapat terus berkembang secara dinamis, adaptif, dan progresif, meskipun tetap berpegang pada nilai-nilai dasar Islam dan ke-Indonesiaan.

“HMI harus mampu beradaptasi dengan tantangan zaman yang semakin kompleks, namun tetap teguh dalam memegang nilai-nilai dasar Islam dan ke-Indonesiaan. Kita harus bergerak maju, namun tidak kehilangan jati diri,” ujar Sarlan.

Dirinya yang dikenal aktif dalam berbagai kegiatan HMI, menegaskan bahwa niatnya untuk mengikuti kontestasi Musda Badko HMI Sultra ini sudah sangat kuat dan bulat.

“Pengembalian formulir ini bukan hanya sekadar prosedur administratif, tetapi juga merupakan bukti komitmen saya. Dengan izin Allah Swt, saya siap untuk menjalani kontestasi pencalonan ini. Saya ingin memberikan yang terbaik bagi organisasi ini, dan bersama-sama dengan seluruh kader, kita akan membawa HMI ke arah yang lebih baik,” jelasnya.

Lebih lanjut, dirinya menekankan pentingnya Musda sebagai ajang untuk bertarung dalam ide dan gagasan yang cerdas serta inovatif, menurutnya, HMI sebagai organisasi mahasiswa yang dihuni oleh kaum intelektual, harus mampu menghadirkan pemikiran-pemikiran progresif dan solutif.

“Kita ketahui bersama bahwa HMI ini adalah organisasi yang dihuni oleh kaum intelektual. Setiap agenda keorganisasian di HMI adalah bagian dari pengejawantahan ide dan gagasan, termasuk Musda ini. Tidak hanya sekadar pemilihan ketua umum, tetapi lebih dari itu, ini adalah ajang untuk menghasilkan solusi atas tantangan yang dihadapi mahasiswa dan masyarakat,” jelasnya.

Dirinya juga menekankan bahwa yang terpenting dalam kontestasi ini adalah gagasan dan visi misi yang bisa diimplementasikan untuk membawa perubahan nyata.

“Saya percaya bahwa setiap kader HMI memiliki potensi besar untuk memberikan kontribusi yang berarti. Oleh karena itu, musda ini harus menjadi ruang bagi perdebatan konstruktif yang melahirkan ide-ide segar yang akan memajukan organisasi. Pertarungan gagasan jauh lebih penting daripada sekadar perebutan kursi,” tegasnya.

Selain itu, dirinya memandang bahwa Badko HMI Sultra harus lebih dekat dengan masyarakat dan mampu merespons dinamika sosial yang berkembang.

“HMI harus menjadi organisasi yang tidak hanya berbicara di kampus, tetapi juga memiliki kontribusi nyata bagi masyarakat. Saya ingin HMI menjadi garda terdepan dalam mencetak pemimpin yang berkarakter, memiliki wawasan luas, dan peduli terhadap pembangunan daerah,” ungkapnya.

Dirinya juga berharap para kader HMI di Sultra dapat memberikan dukungan dan bersinergi untuk mewujudkan visi organisasi yang lebih maju. Ia juga berharap agar Musda Badko HMI Sultra kali ini tidak hanya menjadi ajang pemilihan, tetapi juga menjadi momen untuk memperkuat solidaritas dan rasa kebersamaan antar kader HMI di seluruh Sultra.

Sebagai penutup, dirinya mengajak semua pihak untuk menjaga kondusivitas dalam setiap tahapan Musda.

“Mari kita jaga bersama suasana yang kondusif, saling menghormati, dan berkompetisi dengan cara yang sehat. HMI adalah rumah kita bersama, dan tujuan kita adalah untuk memajukan organisasi ini demi kepentingan umat dan bangsa,” pungkasnya.

Laporan: Tim