Kadernya Dipukul OTK, Tamalaki Sultra Minta Kapolri Copot Kapolda Sultra dan Kapolres Kendari

Kendari – Taman Pemuda dan Mahasiswa ( Tamalaki Sultra), mendesak Kapolri untuk segera memecat kapolda Sultra dan Kapolresta Kendari, tuntutan ini buntut dari aniayanya Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Intitut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, Ashabul yang juga saat Ini menjabat Kordinator Pusat BEM Nusantara Wialayah Sulawesi Tenggara.

Sebagai informasi, Ashabul merupakan salah satu Kader Organisasi Tamalaki Sultra.

Seketaris Umum Tamalaki Sultra, Ahmad Zainul, menyampaikan tuntutan pencopotan Kapolda Sulawesi Tenggara, Irjen Pol Drs. Teguh Pristiwanto dan Kapolres Kota Kendari AKBP Aris Tri Yunarko, sebagai bentuk tanggung jawab yang gagal menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

“Tuntutan kami Kapolda Dan Kapolres kota Kendari Segera dicopot, Bapak Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo  karena tidak bisa menjaga Kamtibmas, apalagi kami menduga Komplotan yang melakukan pemukulan merupakan anggota Aktif Kepolisian,” kata Ahmad Zainul pada awak media Rabu (13/3/2024) sore.

Dirinya menjelaskan bahwa ketua Dema IAIN kendari, mengalami tindakan pemukulan saat dirinya dan beberapa teman mahasiswanya sedang asik nongkrong disalah satu tempat ngopi yang ada di kota kendari, saat itu ia sedang melihat situasi penyerangan sekelompok orang kepada dua anak SMA, namun tiba- tiba aksi penyerangan tersebut berubah membabi buta dan pada akhirnya dia mendaptkan pukulan dan tendangan.

Lanjutnya, tindak pemukulan yang di duga dilakukan oknum anggota polri tersebut, sudah menyalahi dari tugas dan peran yang sudah diamanahkan oleh negara, sehingga seluruh pelaku penyerangan harus diamankan Propam Polda Sultra.

“Padahal kita ketahui bersama bahwa sesuai undang – undang pasal 13 nomor 2 tahun 2002 tugas dan fungsi anggota Kepolisian yakni mengayomi dan melindungi masyarakat, atas hal tersebut tentu kami mengecam tindakan premanisme yang mencederai nama baik Kepolisian.” Tegasnya

Apalagi sepanjang tahun 2023 sampai 2024 telah terjadi berbagai tragedi penembakan yang dilakukan secara sengaja, maupun faktor kelalaian seperti peluruh nyasar oleh aparat kepolisian kepada warga sipil.

“Ada penembakan nelayan di konawe selatan, kemudian peluru nyasar yang korbanya seorang mahasiswi dan pelajar .dan ada juga oknum polisi yang tembak teman wanitanya.” ungkapnya

Atas hal itu Kapolri perlu merespon berbagai persoalan yang terjadi di sulawesi tenggara secara serius dan cepat. Tutupnya