Diduga Kapolda Sultra, Diapik Tiga Anggotanya, Soal Back Up Aktivitas Ilegal Mining, KOMANDO & JKMS Jakarta : Segerah Dicopot!!

Gambar: Ilustrasi

JAKARTA-Konsorsium mahasiswa Sultra Jakarta kembali melakukan aksi demonstrasi di Mabes Polri untuk menyuarakan sederet dugaan pelanggaran ditubuh institusi Polda sultra.

ketua konsorsium Mahasiswa dan Pemuda Indonesia (kOMANDO), Alki Sanagri, menekankan agar Kapolda Sultra segera dicopot dan triple R, segera untuk diperiksa dan dicopot karena biaya koordinasi ilegal mining diduga kuat masuk ke triple R ini.

“Ia juga menegaskan bahwa kasus penembakan dilaonti harus segera dituntaskan karena kami menduga bahwa keterbukaan pelaku yang diduga oknum polisi.

Penembakan yang dilakukan oleh oknum polisi tidak terlepas dari kegagalan Kapolda Sultra memimpin pasukannya, penembakan, tindakan refresif ilegal mining masih terus marak, dibumi Anoa.” ujar Alki

Lanjut ketua umum Jaringan Komunikasi Mahasiswa Sulawesi Tenggara (JKMS) Jakarta, Irjal ridwan, mengatakan Kapolda sultra Dinilai gagal dalam menuntaskan zero ilegal mining, dan menurut hasil investigasi dilapangan dan data yang himpun kami duga, kapolda sultta membackup aktivitas ilegal mining di sultra melalui tiga anggota polda sultra inisial Tripel “R”.

“Ia kami duga aktivitas pertambangan ilegal di Blok Mandiodo dan morombo Kabupaten konawe utara kami nilai dibackup oknum anggota polda sultra, karna seluruh kordinasi aktivitas pertambangan ilegal dinilai masuk dalam tubuh polda sultra.

Hal ini tidak bisa dibiarkan karna dinilai sudah mencoreng nama baik institusi kepolisian Republik indonesia, yang notabenennya Tugas dan pungsi kepolisian sudah diatur Berdasarkan Pasal 13 UU Nomor 2 Tahun 2002, tugas pokok kepolisian adalah Memelihara keamanan serta ketertiban masyarakat, Menegakkan hukum, Memberi perlindungan, pengayoman, serta pelayanan kepada masyarakat, bukan ikut berbisnis dan melanggar aturan.” ujar Irjal

Irjal juga menekankan, Bahwa kapolda sultra harus segera dicopot dan ketiga anggota polda sultra yakni tripel “R”, yang diduga menerima biaya kordinasi pertambangan ilegal di blok mandiodo dan Blok morombo Konawe utara, dan masih ada lagi beberapa titik kabupaten yang kami duga tempat mereka ikut bermain sesuai data yang kami himpun. tutupnya